Aksi Peduli Danau Lut Tawar, Kakanwil Kemenag Aceh Turut Hadir Memberi  Apresiasi 

0

TAKENGON-Kegiatan aksi peduli lingkungan Danau Lut Tawar dengan pengutipan sampah dan penanaman pohon di Pante Menye Bintang yang digagas civitas akademika Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bintang pada Sabtu, 21/1/2017 mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Diantaranya dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs H M Daud Pakeh.
“Acara ini sederhana, tapi penuh makna,” tegas Kakanwil M Daud Pakeh dalam sambutannya sembari mengaku bangga dan sangat mendukung kegiatan yang diprakasai oleh Keluarga Besar MTsN Bintang itu.

Kakanwil menegaskan penyampaian sambutan Kakankemenag Aceh Tengah Drs Amrun Saleh dan sambutan Sekda Aceh Tengah Karimansyah Idris SE MM, bahwa kegiatan peduli lingkungan termasuk dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan Danau Lut Tawar adalah merupakan pengamalan perintah kitab suci Al-Qur’an.

Sebagaimana ayat dalam surah Al-A’raf dibacakan oleh ustadz kita tadi, ujar Kakankemenag dan diulang oleh Kakanwil, bahwa merusak lingkungan adalah larangan Allah Swt. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi…” ujar Kakanwil membacakan potongan ayatnya yang di awali dengan kalimat “Walaa” yang artinya “dan janganlah”.

Kakanwil juga menceritakan pengalamannya saat menjadi guru saat mengajar salah satu pelajaran agama di Madrasah terkait upaya menjaga lingkungan itu. Yakni tentang pentingnya peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jadi, siswa bisa mengambil pelajaran dari ayat tadi, bahwa membuang sampah sembarangan hukumnya adalah haram!

Dia hubungkan dengan bagaimana menjaga kelestarian Danau Lut Tawar yang menurutnya sebagai anugerah Allah Swt bagi masyarakat Aceh Tengah dan sekitarnya seperti yang dikatakan Pak Sekda tadi, ujar M Daud Pakeh.

“Danau Lut Tawar ini adalah anugerah Allah Swt dengan Kemaha Kuasaan-Nya, dengan kun fayyakun-Nya,”  tegas Kakanwil sembari memberikan saran kepada pemerintah dalam upaya menjaga kelestariannya perlu adanya regulaasi, baik yang disusun oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri. “Aturan yang dibuat masyarakat tentunya lebih luat. Aturan adat lebih kuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Daud Pakeh juga mencanangkan Kemenag Aceh peduli lingkungan dan menetapkan MTsN Bintang sebagai Madrasah percontohan kepedulian lingkungan se-Aceh.

Dalam kegiatan pemungutan sampah dan penanaman pohon di Pante Menye Bintang itu dilakukan oleh siswa MTsN Bintang turut bekerjasama dengan Forum Penyelamatan Danau Lut Tawar (FPDLT), Gayo Diving Club (GDC), Forum Internal Control System (ICS) kopi organic Gayo.

Acara seremonial peduli lingkungan ini juga dihadiri Sekda Aceh Tengah, Karimansyah, juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tengah Zikriadi, Muspika Kecamatan Bintang, jajaran Kemenag Aceh Tengah sejumlah sejumlah pengurus FPDLT.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE