AKBP Sandy Sinurat Kagumi Gutel dan Ikan Raja

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Tengah AKBP hari Sandy Sinurat berekspresi di Sungai Karang Ampar, menurutnya, memulai sesuatu harus dengan hati dan menyatu dengan alam sekitar (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Sosoknya baru di ngeri Linge ini. Baru beberapa pekan, bahkan mengenal Aceh khususnya Aceh Tengah, dari nikmatnya kopi Arabika Gayo yang di seruputnya di Negeri Kembang, Bandung (Jawa Barat). Nama lengkapnya AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat. Namun hari-hari, oleh teman dekat dan handai tolan dirinya lebih lekat dipangil Sandy Sinurat.

Mempunyai tiga orang putri dari seorang istri, berprofesi sebagai dokter specialis anak. Pindah bertugas bukanlah sesuatu gampang. Menurut Sandy Sinurat apa yang terjadi padanya adalah berkat doa orang tuanya. Namun begitulah, pengabdian untuk negara siap ditempatkan dimanapun, kiranya begitulah janji dan bakti seorang prajurit.

Read More

Yang kita ceritakan diatas adalah hal biasa, kehidupan berkeluarga, bertugas dimana saja, suatu keharusan untuk dijalankan. Namun ada satu hal yang patut kita kisahkan dalam perjalananya, sebagai pemegang pucuk pimpinan di tingkat Polres. Sandy Sinurat, ternyata bukan saja sebatas mencintai Gayo dengan aroma dan rasa kopinya.

Dalam satu kunjungan untuk ketahanan pangan bersama rombongan Bupati Aceh Tenegah Shabela Abubakar, Sandy kembali mengungkapkan kekagumanya terhadap negeri Gayo dan hamparan Danau Lut Tawar serta keramahan warga.

“Saya baru mengenal alam Gayo. Setapak langkah, pertama saja menjejeki tanah Gayo terasa betapa kekayaan alam negeri ini luar biasa. Saya akan berbakti di negeri ini dengan kesunguhan, dan tekad bangkit bersama,” kata Sandy Sinurat, (24/7).

Usai santap siang bersama rombongan, Sandy kembali menemukan menu (ikan) tak kalah nikmat dengan ikan Salmon dari Norwegia. Ikan Gegaring (Ikan Raja-red), jenis ikan yang hidup bertahan di sungai-sungai pedalaman Aceh Tengah. Konon menurut cerita orang tua dulu, ikan Gegaring ini hanya dihidangkan untuk para raja-raja saat itu.

“Rasa ikanya mantap, lemak dan sdikit manis dimulut. Ah ini menu makan sangat sehat dan lengkap,” ungkap Sandy memulai suapan pertama, setelah dipersilakan oleh Shabela Abubakar.

Usai santap makan, seperti biasa hidangan “pencuci” mulut kembali menjadi santapan kedua karena lelah dengan kegiatan ketahanan pangan. Sandy Sinurat memangil bagian Humas Polres. “Tolong pangilkan, Humas polres,” kata Sandy kepada Kasat Intel Satria.

Sejenak salah satu anggota datang. “Tolong ambilkan video ini, akan kita viralkan makanan ini sangat enak dan sedap,” ucap Sandy lagi. Tak lama sandy mengambil satu makanan khas daerah Takengon bernama Gutel. Menurut Sandy makanan lokal harus menjadi prioritas saat tamu-tamu luar mendatangi Gayo.

“Makanan daerah selalu istimewa dihadapan tamu luar. Jangan malu untuk memulai kembali untuk melestarikan makanan dan budaya lokal yang mulai surut. Mari bersama kita galakan kembali,” ajak Sandy Sinurat mendapat tepuk tangan usai membuat video makanan Gutel.

Dalam kesempatan kegiatan ketahanan pangan, Sandy juga mengajak seluruh jajaranya untuk bersama mengiatkan penanaman Jagung untuk ketahan pangan ditengah negeri dilanda wabah corona. (KG45)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts