AJI Gelar Uji Kompetensi Jurnalis di Lhokseumawe

0

LHOKSEUMAWE: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama AJI Kota Lhokseumawe Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Kegiatan di gelar di Lido Graha Hotel, Lhokseumawe dari 14 hingga 15 Oktober 2017.

Sejumlah Jurnalis yang mengikuti Ujian Kompetensi ini di Uji oleh Penguji yakni Satrio Arismunandar (Jakarta), Maskur Abdullah (Medan), Maimun Saleh, Mukhtaruddin Yacob Adi Warsidi, dan Muhammad Hamzah (Banda Aceh) serta Zainal Bakri.

Panitia UKJ Lhokseumawe, Albara Maulana mengatakan, UKJ nanti wartawan akan dibagi dalam tiga tingkatan: muda, madya dan utama. Peserta akan diuji terkait pengetahuan umum yang berkaitan erat dengan profesionalisme, komunikasi massa, pers nasional dan media global, serta hukum pers. Selain profesionalisme, peserta nantinya juga akan diuji terkait teori jurnalistik, mulai dari prinsip-prinsip jurnalistik, pemberitaan, bahasa jurnalistik, fakta dan opini, narasumber serta kode etik. Peserta yang mendaftar mencapai 28 orang yang berasal dari AJI Lhokseumawe, AJI Bireuen, AJI Langsa dan AJI Banda Aceh.

Satrio Arismunandar salah satu penguji mengatakan para Jurnalis harus terus belajar dan terus belajar “ Ketika seorang wartawan sudah dinyatakan kompeten itu bukanlah sebuah akhir seorang Jurnalis dikatakan profesional, namun Jurnalis harus tetap belajar dan belajar dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan”kata tokoh yang merupakan salah seorang pendiri AJI ini.

Pelaksanaan UKJ AJI tetap mengikuti standar Dewan Pers yang disesuaikan dengan kekhasan AJI, dengan standar yang telah disiapkan yang lebih sesuai dengan filosofi dan nilai-nilai yang diperjuangkan AJI. Pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis ini untuk menjawab masalah profesionalisme jurnalis dan penegakan etika jurnalistik di Indonesia. Menurutnya, dengan pelaksanaan UKJ, kualitas dan kompetensi jurnalis di Indonesia bisa ditingkatkan menjadi lebih baik.

Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ)  merupakan salah satu agenda yang sejak lama didesakkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk menjawab problem profesionalisme jurnalis dan penegakan etika jurnalistik di Indonesia. Kongres AJI di Makassar pada Desember 2011  memasukkan UKJ sebagai salah satu program nasional dan salah satu cara yang strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan independensi jurnalis di Indonesia berserta penegakan kode etik. (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE