Aceh Tengah “Geser” APBK Hingga Rp 10 Miliar Tangani Corona

  • Whatsapp
Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Takengon; Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus kerja ekstra untuk melawan penyebaran pandemi virus Corona di Kabupaten berhawa sejuk itu termasuk menggeser Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) hingga Rp.10 Miliar ke dana tanggap darurat.

Sebelumnya Pemkab Aceh Tengah telah sepakat untuk memangkas anggaran SPPD seluruh dinas sebesar 30 persen dari anggaran yang tersedia dialihkan ke dana tanggap darurat.

Read More

“Ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Daerah dalam menangani Covid-19, karena kita tak mampu memprediksi bagaimana situasi dan kondisi kedepannya,” terang Bupati Shabela Abubakar, Kamis (02/04/2020) di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah turut menyumbang Rp.100 juta rupiah untuk penanganan Virus Corona di Kabupaten penghasil Kopi Arabika terbaik dunia itu. Dengan harapan pihak lain terutama Kepala OPD di daerah itu tergerak hatinya ikut menyumbang.

“Tujuannya supaya yang lain tergerak hatinya ikut menyumbang, terutama bagi Pimpinan OPD dan pegawai yang ada dilingkungan Pemkab Aceh Tengah,” terang Shabela.

Lebih lanjut kata Shabela, anggaran yang disediakan pemerintah itu masih belum memenuhi kebutuhan dalam penanganan virus corona, sehingga keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan. Terutama bagi masyarakat yang mampu memproduksi masker, hand sanitizer dan disinfektan sendiri dan diproduksi secara massal serta dapat dibagikan kepada yang membutuhkan.

Lanjut nya lagi, pemerintah Kabupaten Aceh Tengah turut menggandeng para pimpinan perbankan dan para pelaku usaha di daerah setempat untuk turut andil dalam upaya mencegah penularan COVID-19.

Pimpinan Perbankan dan para pengusaha diminta menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk mendukung penyediaan alat pelindung diri sebagai kelengkapan pencegahan virus corona bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.

“Saya berharap kepedulian, kerjasama dan bantuan dari semua pihak terkait penanganan Covid 19, untuk pengadaan APD sebagai alat pencegahan karena kita pada saat ini kesulitan mendapatkannya,” papar Bupati.

“Saat ini APD baik itu masker, handsanitizer, disinfektan sulit didapat dan kalaupun ada harganya mahal, saya meminta saudara saudara melalui CSR masing-masing untuk membantu, dan bukan dalam bentuk alokasi dana tunai, tapi berupa barang, termasuk sembako,” harap Shabela Abubakar. (REL)

Related posts