Aceh Tengah Butuh Rp 1,8 Triliun Tanggulangi Kopi Gayo

  • Whatsapp
Suasana diskusi diruang Bupati Shabela Abubakar membahas penyelamatan Kopi Gayo dari dampak virus Corona. (Photo/Arinos)

Kabargayo.com, Takengon; Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus mencari solusi terkait dampak ekonomi saat ini. Salah satunya dampak Kopi Gayo atas merebaknya wabah virus Corona di tanah air. Termasuk Pemerintah harus menyiapkan anggaran talangan sebesar Rp.1,8 Triliun.

“Untuk Aceh Tengah secara akumulasi menalangi perputaran Kopi di Aceh Tengah berkisar Rp.1,8 triliun,” kata Hadian perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dalam diskusi penyelamatan Kopi Gayo bersama pihak terkait, Senin (13/04/2020), diruang Bupati Shabela Abubakar.

Read More

Secara menyeluruh 3 Kabupaten Kota di Aceh yang memproduksi Kopi Gayo, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dana talangan berkisar Rp.3,3 triliun dengan estimasi produksi berkisar 68.000 ton per tahun.

“Ini kebutuhan anggaran penanganan Kopi secara umum dan di Kabupaten Aceh Tengah butuh Rp 1,8 triliun untuk menanggulangi Kopi,” jelas Hadian.

Estimasi itu disampaikan Hadian, berhubung diskusi tersebut berlangsung dengan Wakil Ketua DPR Aceh Hendra Budian. Sesuai Dapil kata dia, Hendra Budian berhak mengetahui kondisi kopi didaerah asal.

“Estimasinya hasil panen pada April 2020, sebesar 30 persen dengan masa akhir panen pada Mei 2020 mendatang, sedangkan hasil produksi 70 persen lagi pada Panen selanjutnya bulan Oktober hingga Januari 2021,” jelas Kasi promosi Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM itu. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts