64 Guru PLB Bener Meriah Ikuti Pelatihan Kurikulum 2013

0

Usai penutupan acara pelatihan Kabid PLS Drs Tamin berserata Narasumber dan Vokak groub PLB Bener Meriah Poto bersama

REDELONG: Sedikitnya 64 Guru Pendidikan Luar Biasa ( PLB ) jajaran Dinas Pendidikan Bener Meriah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, yang dilaksakan  Bidang Pendidikan Luar Sekolah (  PLS ) yang berlangsung sejak Kamis 15 sampai 18 Desember 2016 di rumah  Sekolah Menengah Atas  Negeri ( SMAN )  Binaan Pante Raya.

Kepala Seksi  Pendidikan Luar Sekolah ( Kasi PLS ) Dinas Pendidikan Bener Meriah Salhadi Kamaruddin, SE pada Kabargayo Minggu (18/12 ) di SMAN Binaan Pante Raya mengatakan, pelatihan ini telah berlangsung sejak hari Kamis tanggal 15 sampai hari ini 18 Desember. Kata Salhadi.

Lebih lanjut dikatakannya, pelatihan ini diikuti sebanyak 64 guru PLB dari Sekolah Luar Biasa yang ada di Bener Meriah, sementara pemateri ( Narasumber )  pelatihan kurikulum 2013 merupakan Pengawas Pendidikan Luar Biasa ( PLB ) dari Kota Madiya Banda Aceh Yaitu Jamilah S.Pd M.P d, dan Yossi Novianti. SE Guru SLB Yayasan Pendidikan anak cacat Banda Aceh. Ujar Salhadi. 

Sementata ada  14 materi yang diajarkan pada pelatihan ini diantaranya, materi  Intensifikasi anak berkebutuhan khusus ( ABK ), Asesmen ABK, Program belajar indariadal, Program khusus, Perteacling, Perangkat pembelajaran kurikulum 2013, Bedah kalender, Rincian mingguan epeletip, Program tabungan ( Prota ) dan program semester ( Prosem ), Silabus, Pemetaan SKKP, KKM, Pembuatan Soal, dan Penilaian. Ungkap Salhadi.

Harapannya dengan adanaya pelatihan ini, para guru dapat memenuhi hak anak-anak penyandang berkebutuhan khusus atau Disabiltas untuk mendapat pembelajaran seperti halnya anak-anak normal yang ada pada sekolah reguler.  ” Juga dengan mengikuti pelatihan ini para guru SLB dapat lebih meningkatkan pengetahuannya untuk mengajar siswa-siswi mereka disekolah masing-masing. Karena metoda pembelajaran PLB jauh berbeda dengan sekolah umum ” pinta Kasi PLS itu.

Peserta pekatihan mendemonstradikan lagu Indonesia Raya secara bahada isyarat tubuh, yang dipandu Jamilah sebagai Narasumber

Sementara itu usai Penutupan Acara pelatihan Kepala Bidang PLS Dinas Pendidikan Bener Meriah Drs Tamin mengatakan, apa yang dipelajari para peserta pelatihan selama empat hari  ini semoga dapat mereka implementasikan di sekolah masing-masing. 

” Selama pelatihan para peserta begitu antusias mengingkuti setiap materi yang disampaikan narasumber, untuk itu saya sanggat yakin para guru PLB ini kedepannya bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelajaran pada siswa-siswi mereka disekolah ” sebut Drs Tamin.

Dia menambahkan terlebih pada  hari ini kita telah mengukuhkan pengurus Kelompok Kerja Guru ( KKG ), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) guru Pendidikan Luar Biasa ( PLB ) Bener Meriah. Terang Kabid PLS tersebut.

Jamilah, S.Pd. M.Pd salah  satu narasumber pelatihan menyebutkan, Pendidikan Luar Biasa membutuhkan peserta didik yang bisa memahami kebutuhan anak didik mereka, karena ABK itu terdiri dari beberapa golongan. Seperti Tuna Rungu, Tuna wisma, Tuna netra, grahita. Ucapnya.

” Metode dalam mengajar anak grahita dan Tuna Rungu juga berbeda, untuk itu para peserta didik PLB diharapkan terus meningkatkan pengetahuannya baik dengan mengikuti pelatihan seperi hari ini, maupun  belajar dengan cara yang mereka bisa dapatkan dari segala mungkin ” .kata Jamilah.

Jamilah menambahkan, para peserta didik Disabilitas juga harus mendapatkan pendidikan yang terus harus di perhatikan. Untuk itu kepala sekolah PLB harus bisa menjemput bola ketingkat Provinsi untuk kebutuhan yang diperlukan disekolah mereka tersebut dengan mengajukan proposal agar fasilitas yang dibutuhkan dapat mereka dapatkan dari Provinsi. Sebut Jamilah.

Salah seorang peserta pelatihan  Jakiah. S.Pd guru Pembinaan SLB Binaan Pante Raya menyebutkan, dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih pada Bidang PLS yang telah menyelenggarakan pelatihan ini, sehingga kami mendapat pengetahuan yang sebelumnya tidak kami pahami dan mengerti, namun setelah mengikuti pelatihan ini setidaknya kami sedikit banyaknya telah memahaminya yang telah di paparkan  narasumber. 

” Mewakili seluruh peserta saya mengucapkan rasa terimakasih dan haru kami atas apa yang diberikan oleh para narasumber, karena pelatihan tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana sejak pelatihan dibuka Kepala Bidang PLS juga selalu hadir bersama kami disini. Dan begitu juga para narasumber yang begitu sabar membimbing kami selama pelatihan ini berlangsung , didampingi itu juga begitu banyak manfaatnya yang kami dapatkan dari pelatihan ini “. ujar Jakiah.

Dari pantauan Kabargayo ditempat pelatihan, interaksi antara peserta dan narasumber begitu aktif pada sesen tanyak jawab. Para peserta terlihat begitu antusias bertanya pada narasumber secara bergantian. Suasana keakraban jugu begitu terasa selama acara tersebut berlangsung baik antara peserta dengan narasumber begitu pula antara peserta yang satu dengan yang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut peserta pelatihan dan narasumber mendemonstrasikan cara mengenal hari dengan bahasa isyarat tubuh, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya pakai bahasa isyarat tubuh yang ditampilkan vokal groub PLB Bener Meriah. ( Gona )

Komentar Anda
SHARE