SatPol PP Razia Kafe Plus Karaoke Tak Berijin di Takengon

0

Berdasarkan pengaduan dari masyarakat yang merasa resah tentang keberadaan sejumlah kafe plus karaoke yang di duga menggangu keamanan dan kenyamanan lingkungan, Pol PP Aceh Tengah kembali melakukan Razia, terhadap sejumlah kafe plus karaoke yang tidak memiliki izin resmi.

 TAKENGON-  Operasi razia kembali di lakukan oleh Pol PP Aceh Tengah, dalam razia yang melibatkan Tim Gabungan Pol PP, melaksanakan razia yang terfokus di seputaran kota Takengon, Rabu malam 15/3/2017, pihak Pol PP dan unit Gabungan berhasil mengamankan sejumlah pemilik kafe dan Barang Bukti (BB) yang di duga Miras.

 

Operasi razia menyisir beberapa titik lokasi kafe yang selama ini di duga meresahkan, karena menggangu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Dalam operasi razia yang melibatkan sejumlah personil pihak keamanan, terdiri dari 30 orang unsur Pol PP, pihak Kepolisian Resort Aceh Tengah, pihak Kodim 0106 dan juga unit SubDen POM Aceh Tengah, merupakan perwujudtan dari hasil rapat Muspika Kabupaten Aceh Tengah yang sebelumnya digelar selasa 14/3/2017 (Forum sidang di hadiri oleh MPU Aceh Tengah, Forkopimda dan SKPK). Dalam sidang Muspika tersebut di simpulkan keputusan bahwa, seluruh kafe plus karaoke yang tidak memiliki izin resmi harus di tertibkan dan di tutup, apabila menyalahi peraturan sesuai Perda dan ketentuan yang berlaku di Kabupaten Aceh Tengah.

Tim gabungan yang melakukan razia di jalan Lintang, menutup serta menertibkan beberapa kafe yang di duga tidak mengantongi izin usaha. Dalam operasi razia tim gabungan Pol PP, menemukan adanya beberapa kafe yang membuka usaha kafe plus karaoke, namun dalam surat izin usaha si pemilik kafe hanya mengantongi izin untuk jenis usaha makanan dan minuman, sementara para pemilik kafe justru menyediakan fasilitas karaoke yang secara sah dalam Perda tidak di perbolehkan /dilarang.

Dalam pernyataan yang di sampaikan oleh Syahrial Afri selaku Kasatpol PP Aceh Tengah, mengatakan bahwa agenda razia tersebut di jalankan, “untuk melakukan penertiban kafe, disini ada yang di tutup dan ada juga yang masih kita beri peringatan, untuk seminggu atau dua tiga hari akan di tertibkan, sesuai dengan dasar pengaduan masyarakat, untuk ketentraman lingkungan”. demikian yang di katakan Syahrial. Ia juga mengatakan bahwa selama ini sudah sering menerima aduan dan hal ini mereka tindak lanjuti dengan Razia penertiban.

“Atas dasar laporan masyarakat dan pantauan kami dari hasil pemeriksaan, ternyata memang benar bahwa ada beberapa kafe itu tidak memiliki izin, atau ada izin tetapi menyalahi aturan izin, sehingga tidak lagi di peruntukan seperti yang di harapkan”. Ungkap Syahrial menegaskan. Kemudian menurut Syahrial ada kafe yang saat di lakukan penutupan melakukan perlawanan, menurutnya hal tersebut wajar terjadi. Syahrial juga mengatakan bahwa ia khawatir akan ada sejumlah masyarakat dan pemuda, dari kampung sekitar yang melakukan aksi terhadap kafe-kafe tersebut, apabila tidak segara di lakukan penindakan.

Untuk temuan di salah satu kafe dengan BB jenis minuman yang di duga Miras, pihak Pol PP akan melakukan pemeriksaan lanjut, guna mengetahui apakah hal tersebut memang di sediakan atau justru pengunjung yang membawa, sehingga pemilik kafe dinilai lalai dalam menjalankan usahanya. Operasi razia Gabungan Pol PP, selain menemukan BB di duga Miras, juga mengamankan pemilik kafe yang melakukan perlawanan saat di lakukan penutupan di 6 titik kafe yang telah meresahkan mesyarakat dan menyalahi aturan. (ErwinSp)
Komentar Anda

Komentar Anda
SHARE