45 Hari di Desa Alur Alim,  Kabupaten Aceh Tamiang

0

LANGSA:Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa IAIN Langsa yang berawal pada tanggal 27 Maret 2017 dan akan segera berakhir beberapa hari lagi di sebuah desa yang terpencil yang jumlah penduduknya sekitar 60 Kepala keluarga sebagai mana yang disampaikan salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kuliah pengabdian masyarakat (KPM) merupakan langkah nyata bukti peran mahasiswa terhadap masyarakat, sebagaimana ilmu dan pengalaman yang di dapat di bangku kuliah sudah diterapkan menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Banyak juga pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam kegiatan tersebut salah satunya dapat bersosialisasi langsung dengan bermasyarakat, juga menciptakan suatu kemandirian bagi mahasiswa, ada pun tujuan kegiatan ini adalah para mahasiswa juga dapat ikut serta dalam memfasilitasi masyarakat dalam berbagai hal, sehingga mahasiswa beserta masyarakat setempat dapat menganalisa apa saja masalah-masalah yang perlu dicari jalan keluar penyelesaiannya.

Selain itu dengan kegiatan ini selanjutnya mahasiswa dan masyarakat saling kerjasama melakukan berbagai upaya berupa tindakkan yang bersifat praktis dalam menyelasikan masalah-masalah tersebut, ucap Aini salah satu mahasiswa IAIN Zawiyah Cot kala langsa yang sedan melaksanakan kegiatan KPM di desa Alur Alim kecamatan seruwai kabupaten Aceh Tamiang.

Meskipun para mahasiswa di pandang sebagai kaum intelektual dan berpendidikan tinggi bukan berarti menggurui masyarakat melainkan hanya berperan sebagai fasilitator yang menyumbangkan ide-ide kreatif serta tenaganya untuk selanjutnya dimusyawarahkan bersama-sama dengan masyarakat setempat.

Seperti yang dilakukan para mahasiswa dari salah satu Universitas yang berada di kota langsa saat ini sebagai mana waktu berawal KPM mulai tanggal 27 maret 2017 lalu dan kini sudah mendekati hari-hari akhir kegiatan mereka yang terhitung genap 45 hari di desa Alur alim kecamatan Seruwai kabupaten Aceh tamiang saat ini, banyak kegiatan-kegiatan masyarakat desa yang mahasiswa juga ikut serta sesuai kebiasaan yang ada di desa tersebut mulai dari anak-anak, remaja, dan juga kegiatan orang tua di desa Alur Alim.

Adapun contoh kegiatannya adalah ikut serta dalam mengajar mengaji Anak-anak, acara yasinan Remaja desa, bergotong royong dengan masyarakat setempat, dan banyak lagi kegiatan yang lainnya, selain itu juga mahasiswa mengadakan perlombaan yang berbau islami di desa tersebut.

Muzani,  ketua kelompok KPM di desa Alur Alim saat berbicara tentang kesan yang ia rasakan mengatakan   KPM merupaakkan kegiatan yang sangat menyenangkan bahkan waktu 45 hari ini rasanya masih kurang lama, bertemu dengan teman-teman baru juga merupakan hal yang sangat berkesan, meski baru saling mengenal dirinya dapat saling beradaptasi satu sama lainnya walau pun terkadang ada konflik internal namun tidak sampai menyebabkan putusnya silaturrahmi, ia juga sangat terkesan dengan semangat belajar anak-anak, khususnya anak-anak TPQ yang setiap sorenya belajar bersama kami.

“Hal berkesan lainnya yang kami rasakan terutama adalah resfon positif dari warga sekitar terhadap kami, tidak lain adalah para perangkat desa yang sudah kami anggap seperti keluarga kami, alhamdulullah yang kami dapat disini adalah lebih banyak kesan positifnya yang kami rasakan, berupa menjalin silaturrahmi, bersosialisi, menciptakan rasa tanggung jawab, saling menghargaai antar sesama,” ucap  Muzani.

Maka, lewat skema pengabdian kepada masyarakatlah pendidikan tinggi bisa menjangkau (outreach) kebutuhan publik yang masih belum mampu dilayani secara kuantitatif dan kualitatif oleh Negara. Apalagi pendidikkan tinggi masih terlalu mahal bagi kebanyakkan rakyat, maka pengaabdian menjadi salah satu tugas mainstream perguruan tinggi, yakni pendidikkan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka dapat disimpulkan kegiatan KPM ini sangat penting untuk terus di jalankan oleh setiap perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sesuai undang-undang dasar 1945, UU nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikkan Nasional, UU nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikkan tinggi, khususnya mengenai Pengabdian Masyarakat.

(Suhardiman Asarga Linge)

Komentar Anda
SHARE