439 Tahun Kota Takengon Aceh Tengah Diperingati

0

​Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperingati hari jadi 439 tahun Kota Takengon yang jatuh pada 17 Pebruari 2016.

Peringatan hari sakral bagi segenap warga kota berhawa sejuk itu ditandai dengan prosesi sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tengah yang dihadiri seluruh perwakilan elemen masyarakat.

Ketua DPRK Aceh Tengah, Muchsin Hasan memimpin jalannya sidang dengan membacakan pidato pengantar sembari mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai momentum hari jadi Kota Takengon.

“Melalui hari jadi ke 439 Kota Takengon hendaknya menjadi momentum untuk mengundang kesadaran dan merenung apa yang pernah dan akan diperbuat demi kemajuan kota ini,” kata Muchsin.

Menurutnya keberhasilan membangun kota Takengon hingga saat ini supaya dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan melibatkan peran aktif seluruh masyarakat.

“Mari tingkatkan kerukunan dan kegotongroyongan menuju kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tema peringatan hari jadi tahun ini,” kata Muchsin.

Pimpinan daerah dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara, karena Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin berhalangan untuk hadir sekaitan dengan memenuhi undangan dari Menteri Pertanian RI di Jakarta.

Wabup Khairul Asmara didaulat membaca sambutan pemerintah daerah yang isinya mengajak masyarakat untuk bersikap retrospektif, introspektif dan prosfektif.

Menurutnya keberadaan kota Takengon hingga kini tidak terlepas dari kesungguhan dan tekad para pendahulu untuk mewariskan kota tersebut kepada generasi saat ini

“Para pendahulu telah berjuang dan mewarisi kota Takengon, karena itu menjadi kewajiban generasi saat ini untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan peradaban kota kearah yang lebih maju,” kata Khairul

Pelaksanaan sidang paripurna istimewa merupakan agenda rutin untuk memperingati hari jadi kota Takengon dalam nuansa khas adat yang ditandai dengan penggunaan pakaian bercorak kerawang Gayo.

Setelah pelaksanaan sidang istimewa biasanya dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seni, budaya dan jenis olah raga rekreasi sebagai bentuk hiburan dan wujud pesta rakyat, seperti pacuan kuda, fun bike yang dirangkai dengan fun walk, Grasstrack, kompetisi Offroad, hingga kontes batu mulia yang akhir-akhir ini identik dengan daerah kawasan tengah Aceh tersebut.(REL)

Komentar Anda
SHARE