21 Tahun Pembunuhan Wartawan Udin: Polisi Didesak Gunakan Bukti Baru

 

YOGYAKARTA:Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta didesak mengungkap kasus kematian Wartawan Harian Bernad Fuad Muhammad Syafrudin atau Udin.

Desakan ini kembali muncul dalam
Diskusi Publik Peringatan 21 Tahun Kasus Udin “21 Tahun Kasus Udin DILUPAKAN Negara. Diskusi digelar Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta dan Koalisi Masyarakat Untuk Udin /K@MU) di Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Sabtu, 26 Agustus 2017.

AJI Yogyakarta rutin setiap Agustus menggelar serangkaian acara untuk mengenang jurnalis kritis Udin lewat serangkaian acara, seperti diskusi publik dan ziarah ke makam Udin di Kabupaten Bantul.

Koordinator Tim Kijang Putih, tim bentukan jurnalis untuk menginvestigasi kasus kematian Udin, Heru Prasetya, mengatakan masih banyak celah untuk mengungkap kasus udin jika aparat mau. Menurut dia aparat selalu mengatakan bahwa tidak ada novum atau bukti baru dalam kasus Udin sehingga sulit untuk dibuka. “Kasus Udin sudah berjalan 21 tahun lalu kok ingin mencari bukti baru.Aparat mestinya fokus pada bukti-bukti yang selama ini sudah ada, gunakan untuk mengungkap kasus Udin,” kata Heru dalam diskusi itu.

Marsiyem, isteri Wartawan Udin mengapresiasi dukungan publik yang terus konsisten mendesak kasus kematian suaminya. Ia pesimis polisi mengungkap kasus kematian Udin. “Sudah 21 tahun dan tidak segera terungkap. Apa bisa diselesaikan,” kata dia.

Sekretaris AJI Yogyakarta, Bhekti Suryani mengatakan kasus Udin satu dari kasus kekerasan terhadap jurnalis yang menunjukkan kejahatan kemanusian. Kasus Udin merupakan bagian dari deretan kasus kekerasan terahadap wartawan yang tak tuntas.” Kami menuntut negara menyelesaikannya. Supaya kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang dan demi keadilan,” kata dia.

Diskusi publik juga diisi dengan pentas musik yang diperuntukkan secara khusus untuk Udin. KePAL SPI, kelompok musik menulis lagu untuk Udin. Ada juga kelompok musik yang lagu-lagunya menyuarakan hak asasi manusia, Benang Merah. Saktya Restu Baskara aktivis Komite Bersama Reformasi membacakan puisi untuk Udin.

AJI Yogyakarta bersama Koalisi Masyarakat untuk Udin setiap tanggal 16 Agustus melakukan aksi tutup mulut di depan Gedung Agung Yogyakarta sebagai protes dan tuntutan terhadap negara yang tak segera menuntaskan kasus itu. Gerakan itu terinspirasi dari aksia Kamisan di Jakarta.

Bersama aktivis pro-demokrasi dan jaringannya, AJI Yogyakarta terus menyuarakan isu itu. Tahun lalu, penyair Joko Pinurbo secara khusua menciptakan puisi untuk Udin dan berziarah di makam Udin bersama AJI Yogyakarta dan aktivis.

Pada 13 Agustus 1996, Udin dianiaya orang tak dikenal di teras rumahnya di Bantul. Ia meninggal pada 16 Agustus 1996 di RS Bethesda. Polisi bersikukuh bahwa Udin dibunuh karena berselingkuh, padahal kuat dugaan Udin dibunuh karena pemberitaanya di media.( REL)

Komentar Anda
SHARE