21 Anggota AJI Lulus Uji Kompetensi di Jakarta

JAKARTA – Dua puluh satu jurnalis anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dinyatakan lulus dan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) angkatan ke-38 yang diselengggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Hotel AONE Jakarta, Sabtu-Minggu, 26-27 Agustus 2017. Mayoritas peserta merupakan anggota AJI Jakarta dari berbagai media di Ibu Kota. Mereka menempuh uji kompetensi untuk jenjang jenjang muda, madya, dan utama.

Ketua Tim Penguji UKJ Hasudungan Sirait mengatakan UKJ kali ini istimewa karena jumlah penguji lebih banyak dibanding jumlah peserta. ”Ini luar biasa dan langka. Peserta UKJ 21 jurnalis, pengujinya 26 jurnalis senior,” kata Hasudungan, Minggu 27 Agustus 2017.

Dari 26 penguji itu, 22 di antaranya adalah jurnalis tingkat utama yang sedang magang calon penguji UKJ. Walau baru calon penguji, mereka juga juga terlibat menguji para peserta UKJ. Satu peserta diuji oleh beberapa penguji. Peserta berasal dari media online, media cetak, televisi, dan radio.

Selama dua hari, peserta diuji 20 materi yang terbagi menjadi tiga klafisikasi yakni pengetahuan umum, teori jurnalistik, dan praktik jurnalistik, termasuk simulasi rapat redaksi dan memproduksi karya jurnalistik hingga dipublikasikan dalam bentuk multimedia. Metode ujian adalah lisan, tulisan, dan praktik.

Dengan UKJ kali ini, menurut Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono, masih separuh dari total anggota AJI yang belum ikut uji kompetensi jurnalis. Total anggota AJI hampir 2.000 jurnalis di 37 kota di Indonesia. Saat ini AJI memiliki 47 penguji UKJ yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Dengan penambahan 22 calon penguji, kata dia, akan memperkuat dan mempercepat proses uji kompetensi anggota AJI ke depan. ”Jurnalis yang profesional dan taat kode etik makin penting dan dibutuhkan di tengah perubahan teknologi informasi yang mempengaruhi jurnalisme dan masyarakat,” kata dia.

Di akhir pelaksanaan UKJ, empat penguji UKJ AJI yakni Willy Pramudya, Budisantoso Budiman, Syofiardi Bachyul JB, dan Dandy Koswaraputra menyatakan 21 jurnalis yang mengikuti UKJ lulus dan berkompeten. Penguji juga menetapkan tiga peserta terbaik yang memperoleh nilai tertinggi di tiap jenjang.

Peserta terbaik jenjang utama diraih oleh Ahmad Nurhasim dari Tempo, Rochimawati (Viva.co.id ) dan Yoso Muliawan (Tribun Lampung). Untuk peserta terbaik jenjang madya diraih oleh Erick Tanjung dari Suara.com, Hayati Nupus (Anadolu Agency) dan Muhammad Taufiq ( Merdeka.com). Dan peserta terbaik jenjang muda diraih oleh Avit Hidayat (Tempo) dan Dwi Bowo Raharjo (Suara.com).

Peserta terbaik UKJ jenjang Madya Erick Tanjung mengatakan pelaksanaan UKJ ini penting untuk menyegarkan kembali ingatannya sebagai jurnalis yang selama ini bekerja di lapangan yang terkadang lupa akan pentingnya profesionalisme dan kode etik, sebagai dasar dalam melakukan tugas jurnalistik. “Melalui UKJ, jurnalis bisa melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kinerja profesi jurnalistik yang ditekuninya selama ini”, kata Erick.

Ketua AJI Jakarta sekaligus panitia penyelenggara UKJ Ahmad Nurhasim berharap para peserta yang telah lulus UKJ menjadi motor penggerak penegakan kode etik jurnalistik di medianya masing-masing. ”Kami berharap peserta yang lulus UKJ ’berdakwah’ menegakkan kode etik di newsroom masing-masing. Apalagi kini media berhadapan dengan berbagai kabar hoax yang bersumber dari media sosial. Tugas media membuat berita yang akurat,” kata dia.

Uji Kompetensi Jurnalis merupakan upaya Aliansi Jurnalis Independen untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis dan penegakan etika jurnalistik di Indonesia. Kongres AJI di Makassar pada 2011 memasukkan UKJ sebagai salah satu program nasional dan strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan independensi jurnalis di Indonesia berserta penegakan kode etik. AJI ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai lembaga penguji kompetensi jurnalis pada 2011.(REL)

Komentar Anda
SHARE