​Tidak Dapat Insentif, Guru Terpencil di Bener Meriah  Temui DPRK 

REDELONG : Puluhan guru  Sekolah Dasar ( SD) dari sekolah terpencil didampingi Ketua PGRI Alwakri, temui Komisi DPRK Bener Meriah, Kamis (13/4 /2017) terkait intensif guru terpencil mereka yang dihilangkan pada tahun anggaran 2017.
Kedatangan guru terpencil tersebut disambut Ketua Komisi D DPRK Bener Meriah Tgk Usman Yacub, Wakil I Ketua DPRK Bener Meriah Darwinsyah, Wakil Ketua II DPRK dan H. Junaidi anggota Komisi A.

Mewakili guru terpencil tersebut Alwakri Ketua PGRI Kabupaten Bener Meriah menyampaikan, terkait beberapa guru yang mengajar didaerah terpencil tidak menerima intensif mereka pada tahun anggaran 2017, kami berharap kepada DPRK untuk memberikan solusi kedepannya.

” Penentuan sekolah terpencil itu ditentukan langsung oleh Kementerian Desa Tertinggal ( KPDT), dimana penetapan sekolah terpencil tersebut berdasarkan lokasi sekolah berada di desa (Kampung) terpencil, namun melihat dari beberapa guru yang betul betul mengajar di Desa terpencil namun tidak termasuk dalam kategori sekolah terpencil sehingga mereka tidak menerima intensif guru terpencil dari Program KPDT ” tutur Alwakri.

Kami berharap lanjut Alwakri, Kepada Pemerintah daerah melalui DPRK agar guru yang tidak mendapat intensif ini mendapat solusi, karena kebanyakan guru terpencil ini hanya guru Honorer dengan gaji 200. 000( Dua Ratus Ribu Rupiah). Pinta Alwakri.

Menanggapi hal tersebut, Darwinsyah Wakil I DPRK Bener mengatakan, terkait persoalan ini dia mengakui baru mengetahui tadi pada saat dia meninjau pelaksanaan UNBK di Sekolah SMA 1 Bandar.

” Kebetulan pada saat saya dengan Tgk Usman Yacub meninjau pelaksana UNBK di Sekolah SMA 1 Bandar, salah seorang Guru honorer yang mengajar di SMA I Syiah Utama mempertanyakan hal ini “ujarnya.

Permasalahan ini Kata Darwin, kami akan coba koordinasi dengan Bupati dan  Dinas pendidikan untuk mencari solusinya. Namun kendatipun demikian kami juga meminta pada guru yang terlanjur menerima intensif guru terpencil, namun sekolahnya tidak termasuk terpencil untuk memilih tidak menerima intensif tersebut atau tetap menerima dengan catatan harus pindah mengajar pada sekolah yang benar-benar berada terpencil.

Sementara itu Tgk Usman Yacub Ketua Komisi D menyebutkan, kita akan panggil atau temui Dinas pendidikan untuk menjelaskan persoalan ini, karena persoalan ini juga sudah pernah kita ingatkan pada Dinas agar benar-benar memberikan intensif kepada yang berhak mendapatkannya. Kata Tgk.Usman yang  juga disampaikan Andi Sastra Wakil II DPRK Bener Meriah, bahwasanya terkait hal tersebut dia sudah menjumpai pihak dinas dan mengingatkan agar intensif guru terpencil tersebut diberikan kepada yang memang berhak menerima bukan karena ” yang menerima saudara pejabat”. Tutur Andi Sastra.

Selah seorang guru SD terisolir yang dalam pertemuan tersebut menyebutkan, beberapa guru yang menerima intensif guru terpencil namun sekolah mereka bila dibandingkan dengan sekolah yang kami mengajar lebih layak sekolah disebut terpencil. Katanya. (Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!