​Setelah Pemilihan Bupati, Perlu Rekonsiliasi Untuk Stabilitas Pembangunan

0

Setelah pemungutan suara di TPS pada tanggal 15 Februari 2017, sudah kita ketahui bersama berjalan lancar dan aman, walaupun ada riak-riak kecil yang terjadi tetapi bisa diselesaikan, namun ini perlunya rekonsliasi antara kandidat ataupun pendukung khusunya tim sukses pemenangan pasangan calon.

Sebagaimana dalam pertandingan bola, para penonton seringkali lebih “genit” dan lebih gaduh dari pada pemain. Pendukung (supporter) saling serang pada saat pemain dalam kondisi normal-normal saja. Dalam arena Pilkada jangan heran jika ada diantara tim sukses yang justru lebih “was-was” ketimbang kandidatnya. Tim sukses panas dingin, takut jagoannya kalah. Padahal kandidat justru merasa aman-aman saja. 

Maka dalam hal ini perlu rekonsiliasi dilakukan, baik sesama kandidat maupun diantara tim sukses. Para kandidat adalah putra/putri terbaik didaerah ini. Semuanya mungkin pantas menjadi kepala daerah. Tetapi rakyat telah menentukan pilihannya pada tanggal 15 februari kemarin.

Sejauh ini berdasarkan perhitungan form C1 yang ditampilkan dalam situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), kita sudah bisa menggambarkan siapa yang menang dan siapa yang kalah, Namun, pemenang yang sah masih menunggu penetapan oleh KPU kedepannya.

Begitupun semangat rekonsiliasi memang sesungguhnya tidak perlu menunggu penetapan tersebut. Sebab, rekonsiliasi memang bukan pengakuan kemenangan ataupun menggenapkan kekalahan. Melainkan, sesuai dengan makna kata, rekonsiliasi ialah memulihkan hubungan persahabatan. Maka tentu tidak perlu menunggu waktu untuk kembali menumbuhkan persahabatan baik dari kandidat maupun akar rumput.

Hanya satu orang saja yang dapat menjadi kepala daerah, kandidat yang menang tidak boleh “mensoraki” yang kalah. Juga sebaliknya calon yang kalah tidak larut dalam kondisi kekalahan seakan kondisi (the end of the world) ini bukan ahir dari dunia.

Pemilihan kepala daerah pasti banyak pihak yang turut serta dan berjasa memenangkan seorang kandidat. Macam-macam jasa tim sukses dalam memenangkan calonnya. Banyak hal mungkin jasa para tim sukses yang variatif itu tidak terbalaskan.

Sukses seorang kepala daerah merupakan akumulasi dari jasa orang banyak dalam berbagai wujudnya. Namun tim sukses mestinya mampu menghadapi realita soal kemenangan yang tertunda. Hati boleh panas, kecewa boleh ada tetapi laga yang fair dan sportivitas diutamakan. Inilah modal bagi kita dalam memelihara sistem yang demokratis saat ini.

Rekonsiliasi menjadi jalan yang terbaik dan komponen terpenting dalam proses atau setelah pilkada agar kesatuan dan persatuan perlu dijaga sehingga pembangunan dapat dilanjutkan dengan baik, kemanan dan kantibmas menjadi yang terpenting dalam mengisi pembangunan.

Program ataupun visi misi kandidat yang  menang akan menjadi program daerah dan harus didukung oleh semua kandidat yang kalah, membangun secara bersama-sama akan menjadi lebih mudah kedepannya, ini menjadi sebuat refleksi awal tahun 2017, kepemimpinan baru dan gaya baru menjadi tulang punggung pembagunan Kabupaten Bener Meriah kedepan, besar harapan yang dititipkan masyarakat.

Fajarsyah Putra, SE.MSi 
(Ketua DPD KNPI Bener Meriah)

Komentar Anda
SHARE