​Proyek Jembatan Rangka Baja Kala Kekelip Menuai Masalah

0


 Warga yang mengaku mengalami kerugian atas pengerukan lahan yang dilakukan oknum rekanan membuat laporan  ke Komisi C DPRK Aceh Tengah. Laporan  M Hasan diterima oleh Syirajuddin AB didampingi anggota Sastra Mahyadi, Rabu, (14/7/2017)

TAKENGON: Proyek pengerjaan jembatan rangka baja oleh PT. Takabeya Perkasa Group di Kampung Kala Kekelip, Kecamatan. Atu Lintang, Aceh Tengah menuai  masalah.
Proyek yang menggunakan dana milyaran Rupiah dengan anggaran bersumber dari Otsus 2016 ini, dituding telah melakukan penggerukan lahan bersertifikat milik warga setempat tanpa izin ataupun memberikan konfensasi ganti rugi.

Warga pemilik lahan M Hasan, (56) yang mengaku mengalami kerugian atas pengerukan lahan yang dilakukan oknum rekanan, membuat laporan  ke Komisi C DPRK Aceh Tengah. Laporan  M Hasan diterima oleh Syirajuddin AB didampingi anggota Sastra Mahyadi.

“Saya selaku pemilik tanah telah di zolimi pihak perusahaan yang mengerjakan jembatan rangka baja itu. Areal kami telah dikeruk tanpa izin,”kata M Hasan, sembari menunjukan copian  (15/7) sertifikat tanah.

M. Hasan bahkan mengatakan sebelumnya tahun 2016 lalu permasalahan tersebut telah ia laporkan ke aparatur kampung Kala Kekelip, tidak cukup sampai disitu, ia juga menyampaikan  kepada  Camat Atu Lintang. Namun anehnya  tidak ada respon dari camat, ia sendiri menduga ada permainan antara Camat  Atu Lintang dengan  PT. Takabeya.

“Dugaan kami  ada permainan antara camat dan pihak pelaksana,”kata M. Hasan jelas Hasan.

Syirajuddin AB, ketua Komisi C DPRK Aceh Tengah usai menerima laporan tersebut, berjanji pihaknya akan mempelajari kasus pengerjaan proyek rangka baja yang dikomplain warga tersebut.

“Kami akan turun ke lapangan, apabila nantinya ditemukan ada kejanggalan, kami akan panggil dan surati pihak terkait. Termasuk camat, PPTK kegiatan, pelaksana proyek dan lainnya,”jelasnya.

Sementara itu,  Ikhsan PPTK  pembangunan jembatan rangka baja Jalan Atu Lintang-Isaq, Jagong Jeget dari Bina Marga Provinsi Aceh saat dimintai keterangan oleh wartawan lewat telpon seluler mengatakan sejak awal sampai selesainya proyek tersebut tidak ada persoalan atau komplain yang muncul.

Ikhsan menambahkan,  mengapa saat proyek tersebut sudah diserah terimakan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, ada komplain warga terkait pengerukan lahan warga akibat proyek. “Ini bukan lagi tanggungjawab kami, koordinasikan saja dengan camat setempat,” sebut Ikhsan.(Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE