​Plt Bupati Bener Meriah  Sarankan, Pengelolaan Kebun Kopi Secara Tumpang Sari



REDELONG-Mayoritas masyarakat Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan petani, yang bergantung pada hasil panen untuk memenuhi kebutuhan keluarga  pada anggota keluarga masing-masing baik itu untuk memenuhi biaya sekolah anggota keluarga maupun untuk biaya hidup sehari.
Seperti yang di ketahui salah satu komoditi ungulan daerah yang berhawa sejuk ini adalah Kopi, dan hampir 90 persen masyarakat Bener Meriah memiliki kebun kopi.

Seiring meningkatnya kebutuhan keluarga yang harus di penuhi setiap hari, bila hanya bergantung pada penghasilan tanaman kopi maka banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pada kesempatan konferensi pers Rabu ( 28/9) Plt Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh menyampaikan, saya berharap pada masyarakat petani yang memiliki kebun kopi, sekalian menanam kopi juga menanam tanaman tanaman yang dalam setahun bisa panen dua atau sampai tiga kali.

” Mengingat kebutuhan yang harus di penuhi untuk keluarga begitu besar setiap hari nya, kalau hanya bertumpu pada penghasilan kopi sanggat sulit bagi masyaraka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kebrrlangusungan  sekolah anak mereka,  karena kita tahu tanaman kopi dalam setahun hanya satu kali panen saja” sebut Rusli.

Dia menambahkan, kalau masyarakat tidak mensiasati dengan menanam tanaman muda yang dapat di panen dua sampai tiga kali dalam setahun rasanya sanggat sulit dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Untuk itu masyarakat dalam mengelola kebun mereka untuk melakukan secara tumpang sari.

Dengan sistem tampang sari salain menambah incam juga dapat mempertahankan kualitas pokok kopi,  secara hitung hitungan kalau dalam perhektar bisa menghasilkan 200-300 kaleng pada saat masa panen itu hanya berlangsung 2-3 kali pertahun berapa juta yang di dapat,? Setelah paska panen uang pun habis. Kalau tidak ada tanaman yang di hasil kan maka dari tahun ketahun mereka pasti harus mengutang. Jelas Rusli ( Gona)

Komentar Anda
SHARE