​Pemko Banda Aceh Gelar Rakorda Pokjanal Posyandu 

0

BANDA ACEH – Sebanyak 44 peserta mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakerda) Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu tingkat Kota Banda Aceh. Kegiatan yang dibuka Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan, Ir Syukri MSc, Kamis (15/12/2016) di Aula lantai II, Gedung C, Komplek Balaikota Banda Aceh. Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala BPM Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin Msi dan Kepala kantor PP dan KB Banda Aceh Ir Badrunnisa MSi.

Ketua panitia, Nurbaiti S Sos mengatakan Rakorda digelar untuk meningkatkan koordinasi antar tim Pokjanal Posyandu Kota Banda Aceh dan Kecamatan dalam pembinaan Posyandu.

Kata Nurbaiti, ada beberapa sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut, diantaranya mereview program/kegiatan dalam rangka peningkatan kinerja Pokjanal Posyandu di tingkat Kecamatan.

“Kita juga lakukan advokasi kepada semua sektor dan semua elemen guna mendapatkan dukungan yang lebih luas dalam pelaksanaan pengintegrasian layanan sosial Posyandu” ungkap Nurbaiti.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan, Ir Syukri MSc saat membuka kegiatan ini menyampaikan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu memiliki tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan, fasilitas, advokasi dan bantuan kepada peningkatan kinerja posyandu.

Karenanya, lanjut Syukri, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang layanan sosial dasar, perlu diperkuat koordinasi antar SKPD terkait melalui wadah Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu baik dari tingkat pusat sampai tingkat gampong.

“Melalui rapat koordinasi ini juga hendaknya dapat dibahas permasalahan dan kondisi terkini dari program SKPD di Posyandu, guna dievaluasi keberhasilan program masing-masing, sebagai bahan kerja penyusunan program kerja lebih lanjut,” pinta Syukri.

Dalam kesempatan tersebut, Syukri yang mewakili Plt Walikota mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat Banda Aceh dewasa ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

“Dalam 9 tahun terakhir, derajat kesehatan dan status gizi masyarakat telah semakin membaik, yang ditandai dengan turunnya angka kematian ibudan angka kematian bayi,” ungkap Syukri.

Meskipun demikian, Syukri meminta tidak cepat berpuas diri karena masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. (REL)

Komentar Anda
SHARE