​Gubernur Resmikan Gedung Rawat Inap Baru RSUDZA

0

BANDA ACEH:Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, meresmikan penggunaan gedung rawat inap baru Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh, Sabtu (15/10). Peresmian gedung baru tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Gubernur Zaini.
Gubernur berharap, dengan adanya penambahan ruang rawat inap, bisa dibarengi dengan meningkatnya pelayanan dari rumah sakit. Hal tersebut, kata gubernur, bisa menjawab keinginan bersama, yaitu cita-cita menjadikan Rumah Sakit Zainoel Abidin ini berstandar internasional.

“Yang terpenting adalah kita harus memberikan yang terbaik kepada pasien. Ingat, bahwa dedikasi anda kepada masyarakat. Berikan pelayan terbaik sehingga masyarakat puas dengan pelayanan yang didapat di sini,” ujar gubernur.

Gubernur menyebutkan, banyak pemandangan yang tidak mengasikkan, yaitu pasien yang terpaksa harus tidur dilantai karena tidak cukupnya ketersediaan ruang rawat. Gubernur berharap, dengan adanya bangunan baru tersebut, seluruh pasien tertangani dengan baik. “Mudah-mudahan mulai hari ini seluruh pasien dapat kita tampung semua.”

Gubernur menambahkan, sebagai salah satu program prioritas, dirinya akan terus mengembangkan berbagai fasilitas dan infrastruktur kesehatan seperti pembangunan rumah sakit.

Sebelum meresmikan ruang rawat inap baru, Gubernur Zaini memberikan santunan kepada 20 anak yatim.

Sementara itu, Direktur RSUZA, dr Fahrul Jamal, mengatakan ruang rawat inap baru di RSUDZA dibangun Pemerintah Aceh dengan pemanfaatan dana otonomi khusus dalam tiga tahap (sejak 2014) dengan anggaran mencapai Rp. 95 miliar. Ruang baru tersebut berkapasitas 266 tempat tidur, yang 84 di antaranya telah difungsikan.

Dr. Fahrul Jamal menyebutkan, penambahan ruang rawat inap baru sebagai bentuk komitmen para dokter dan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ini adalah bentuk upaya kita memberikan pelayanan optimal dalam rangka pemenuhan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Zaini bersama seluruh undangan juga ikut merayakan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, di pelataran parkir ruang rawap inap baru RSUDZA. Perayaan yang dilakukan di berbagai negara tersebut merupakan bagian dari kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan berbagai organisasi dan pemerintah untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat.

Merujuk pada sejarahnya, Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia dilakukan pertama sekali pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) pada akhir Agustus 2008 di Stockholm seiring dengan ditetapkan bahwa tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB. Hal itu sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia disamping harapan akan tercipta praktik-praktik kesehatan. (REL)

Komentar Anda
SHARE