​Bimtek Simda BMD Kabupaten Bener Meriah di Gelar

REDELONG-Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset ( DPPKA ) Kabupaten Bener Meriah melaksanakan bimbingan teknis ( Bimtek ) aplikasi persediaan dan aplikasi  sistem aplikasi barang milik  daerah (Simda-BMD ) Senin ( 3/10 ) di aula Sekdakab setempat.


“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperdalam aplikasi sistem informasi manajemen daerah (simda), khususnya di bidang persediaan dan pendapatan, sebab ini merupakan kebutuhan daerah. Jadi, bagaimana memacu pendapatan daerah dengan administrasi berbasis digital yang lebih baik,” hal tersebut di sampaikan Drs. Muklis dalam sambutannya yang mewakili Sekretaris Daerah ( Sekda ) Drs. Ismarissika, MM.

Melalui Bimtek itu, diharapkan pengelolaan pendapatan ini lebih transparan, akuntabel, dan yang lebih penting lagi bagaimana saat menghadapi audit BPK. Dengan demikian, bisa lebih akurat datanya, lebih mudah penyajiannya, serta bisa lebih meyakinkan mereka ketika melakukan pemeriksaan di bidang pendapatan dan persediaan barang, tambahkannya.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Peraturan Pemerintah  nomor 58 tahun 2006 tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Pemerintah ( PP ) nomor 71 tahun 2010, tentang standar akuntansi  pemerintah dan permendagri nomor 13 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, serta Qanun Aceh nomor 8. 

“Harapan saya kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius, disiplin, dan bertanggung jawab sehingga mampu menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber. Yang terpenting mampu mengimplementasikan pengelolaan penerimaan pendapatan daerah ini untuk keperluan penatausahaan keuangan daerah,” pinta Drs. Muklis Asisten II Pemkab Bener Meriah.

Sementara itu  Fauzi Amri Kepala bidang pembinaan akuntansi Kanwil Aceh menyampaikan, Provinsi Aceh memiliki 23 Kabupaten Kota sejauh ini  dari hasil pemeriksaan keuangan atau audit yang dilakukan BPK menunjukan sudah sangat baik pertanggung jawaban laporan pengelolaan keuangan daerah.  Hal tersebut di lihat 20 Kabupaten telah menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP )  dan termasuk Kabupaten Bener Meriah yang dua kali meraih WTP tersebut, paparnya.

Saya juga sanggat mengapresiasi laporan keuangan yang di sampaikan Bener Meriah, karena laporan dan pengelolaan keuangan daerah yang di sampaikan kepada BPK sangat terinci dengan baik, sebutnya.

Kendati pun demikian, untuk mempertahankan WTP tersebut kiranya perlu untuk menambah pengetahuan kita semua dengan mengikuti Bimtek Simda BMD ini. Karena mempertahankan itu lebih sulit dari pada meraihnya. 

” Seperti yang terjadi di dua Kabupaten di Provinsi Aceh ini, Kabupaten Singkil dan Sabussalam. Kedua Kabupaten ini sebelumnya sudah meraih WTP namun kemudian peridiketnya menurun menjadi Wajar Dengan Pengecualian ( WDP ) untuk itu hal seperti itu jangan sampai terjadi lagi, sekali WTP tetap WTP itu yang kita harapkan, tandas Fauzi.

Pembukaan Bimtek Aplikasi Persediaan dan Aplikasi Simda BMD di hadiri, Drs Muklis Asisten II, Bastian, SH Kabid Kekayaan, Junaidi, SE. Msi, Kabid Akuntansi. Dan narasumber Muklis dari dirjen perbendaharaan Kanwil, serta Fauzi Amri Kabid akuntansi keuangan Kanwil Aceh dan para peserta berasal dari Bendahara Barang pada seluruh SKPK Pemkab Bener Meriah. (GONA )

Komentar Anda
SHARE